Selasa, 08 Oktober 2013


MAJIKKAN YANG BAIK HATI

Aku melihat orang-orang disekitarku, mereka sibuk dengan kesibukkan mereka masing-masing Ada yang bekerja dikantor ada yang kesolah dan ada yang kesalon, sedangkan aku sendiri sibuk dengan urusan dapurku. Aku iri melihat, mereka terkadang aku ingin sekali merasakan apa yang mereka rasakan.

Tapi apakah itu mungkin terjadi, aku hanya seorang pembantu seharusnya aku sadar akan itu, kerjaanku hanyalah didapur dan mustahil kalau aku akan menginjakkan kaki kesalon. Pagi hari aku harus menyiapkan sarapan untuk mereka, siang harinya aku harus membersihkan rumah, menuci, dan menyiram tanaman.
Aku hanya bisa beristirahat saat mereka tidak ada dirumah,bukan karena aku takut dimarahi tapi karena kemauanku sendiri, karena aku tidak enak kalau istirahat sedangkan pekerjaanku masih menumpuk, tapi aku tetap bersyukur dengan semua ini Karena disini aku mendapatkan kenyamanan, mereka tidak pernah membentak aku, memukul, dan memarahi aku.

Aku orang yang cukup beruntung mendapatkan seorang majikan yang pengertian dan baik hati, suatu ketika nyonya berbicara kepadaku “ mba, makasih ya sudah mau membantu saya membereskan rumah, tanpa adanya mba mungkin saya akan kerepotan sendiri, jasa mba sangat berarti untuk saya.”

Betapa senangnya aku mendengar kata-kata itu, ternyata jasaku sebagai seorang pembantu sangatlah berarti untuk orang lain. lalu aku menjawab “ itu memang sudah tugas saya nyonya, lagian saya juga senang kok bisa bekerja dikeluarga ini, keluarga ini sudah saya anggap sebagai keluarga  sendiri.”

Lalu nyonya menjawab “saya juga sudah mengganggap mba sebagai keluarga sendiri kok, kalau mba membutuhkan Sesuatu tidak usah sungkan-sungkan bilang ke saya, selagi saya bisa pasti saya bantu.” Mendengar kata-kata itu aku seperti ingin menangis, betapa baiknya orang yang sedang ada dihadapan aku ini.

Sudah 5 tahun aku bekerja dirumah ini  tapi tak pernah sekalipun aku merasakan bosan atau lelah, setiap yang aku butuhkan pasti dipenuhi. Pernah sekali aku sakit dan tidak bisa bekerja, mereka tidak memaksa aku untuk bekerja tetapi malah membawa aku untuk berobat. Dan aku tidak mengeluarkan biaya sepeserpun untuk biaya berobatku semua mereka yang menanggung.

Dan malam harinya aku mendapat kabar bahwa ibuku dikampung sedang sakit keras,dengan kodisi yang belum pulih terpaksa aku haru pulang kampung untuk menjenguk ibuku yang sedang sakit, aku sama sekali tidak ditahan untuk pergi malah mereka ingin mengantar aku kekampung. Ya tuhan aku benar-benar bersyukur mendapatkan majikkan seperti mereka yang ingin menolong sesama manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar